Hatta Rajasa dan Misteri Mafia Minyak Singapore

Hatta Rajasa dan Misteri Mafia Minyak Singapore

Hatta Rajasa

Inilah sebuah informasi yang nyaris luput dari investigasi berbagai media massa di tanah air. Untunglah, Majalah Intelijen edisi 5-18 November 2009, mengangkat sebuah fakta penting yang layak untuk diinvestigasi lebih dalam.

Bermula dari berita seputar besarnya pengaruh Menteri Koordinasi Bidang Ekonomi Hatta Rajasa dalam penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua, pada perkembangannya informasi melebar ke sebuah temuan menarik, bahwa Hatta Rajasa disinyalir memiliki kedekatan dengan mafia minyak yang berbasis di Singapore, Mohammad Reza dari Global Energy Resources.

Yang menarik, operasi intelijen kabinet versi Hatta yang berhasil merekomendasikan 60 persen jago-jagonya menjadi jajaran menterinya Presiden SBY, konon kabarnya dibiayai oleh Mohammad Reza.

Bukan itu saja. Yang lebih menarik lagi, Global Energy Resources yang dikelola oleh Mohammad Reza, sahamnya dimiliki oleh 5 perusahaan yaitu Supreme Energy, Orion Oil, Paramount Petro, Straits Oil, dan Cosmic Petroleum. Semua perusahaan pemegang saham Global Energy tersebut berbasis di negara mini: British Virgin Island.

Yang menjadi masalah, tulis Majalah Intelijen dalam liputannya, beberapa perusahaan tersebut di atas, ternyata memiliki kongsi bisnis yang bersifat tidak transparan dengan Perusahaan Minyak Negara Pertamina. Sehingga sempat dituduh tidak efisien. Dan bahkan sempat menyeret Direktur Utama Pertamina ketika itu Arie Soemarno.

Benarkah Hatta Rajasa memang terlibat dalam konspirasi bisnis dengan jaringan Global Energy Resources yang berbasis di Singapore? Memang masih harus ditindaklanjuti melalui investigasi yang lebih mendalam.

Karena bagaimanapun juga Hatta Rajasa memang sejak awal merupakan pelaku bisnis bidang minyak dan energi. Sebelum bergabung dengan Partai Amanat Nasional, Rajasa dikenal sebagai salah satu pengusaha yang bergabung dengan Medco Energy milik pengusaha tenar Arifin Panigoro.

Apakah Rajasa dan Medco pun bagian dari mata rantai jaringan pebisnis yang berbasis di Singaproe ini? Karena menurut observasi Global Future Institute, Arifin Panigoro dan jaringan bisnis Medco boleh dibilang berseberangan dengan kubu Arie Soemarno dan para kroni bisnisnya yang terkait kepentingan bisnis dengan Pertamina.

Arie Soemarno meski berada dalam perlindungan politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ketika itu, secara perkoncoan lebih dekat dengan kubu Taufik Kiemas dibandingkan kubu Pramono Anung yang lebih condong ke kubu Megawati Sukarnoputri.

Nah karena itu, meski liputan Majalah Intelijen patut kita apresiasi berkat investigasinya yang cukup mendalam, namun kiranya kurang tepat jika Hatta dikaitkan dengan kubu Mohammad Reza dan Global Energy. Meski tidak tertutup kemungkinan, kubu Mohammad Reza dan Global Energy memang benar dari segi keterkaitannya sebagai kroni bisnis Pertamina era Arie Soemarno.

Memang selintas Hatta dan Taufik Kiemas berada dalam satu kubu karena sama-sama dari Palembang. Apalagi ketika Marzuki Alie yang juga putra Palembang yang merupakan pengurus teras Partai Demokrat, kemudian dipilih SBY sebagai Ketua DPR.

Namun alangkah naifnya jika jaringan Palembang connection dipandang sebagai satu kelompok yang kompak. Hatta Rajasa yang alumni ITB, justru lebih merepresentasikan kubu ITB connection yang membuat dirinya sejalan dan dekat dengan Arifin Panigoro dan Sekjen PDIP Pramono Anung yang notabene keduanya berasal dari PDIP.

Dengan begitu, mengaitkan Hatta dan kubu Mohammad Reza dari Global Energy Resources yang berbasis di Singapore, jangan-jangan malah membuat kita terperangkap dalam diinformasi.

Namun, liputan Majalah Intelijen yang mengindikasikan adanya manuver bisnis Mohammad Reza dan Global Energy Resources, tetap merupakan informasi yang cukup berharga. Karena bukan tidak mungkin gerakan mereka memang sedang berlangsung untuk melakukan aksi destabilisasi terhadap pemerintahan SBY.

Pertanyaannnya adalah, dari pintu mana jaringan mereka ini masuk? Selain Hatta Rajasa, Wakil Presiden Budiono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, merupakan para pemegang otoritas bidang ekonomi saat ini.

Tapi siapa tahu, Hatta Rajasa memang seorang pemain licin yang berhasil menyembunyikan agenda politik yang sebenarnya. Karena itu, kita tunggu pertunjukkan politik Indonesia di bulan-bulan mendatang.

BACA JUGA ARTIKEL LAMA INI,  SALING TUDING ALA MAFIA

source :

http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=928&type=2

Inilah sebuah informasi yang nyaris luput dari investigasi berbagai media massa di tanah air. Untunglah, Majalah Intelijen edisi 5-18 November 2009, mengangkat sebuah fakta penting yang layak untuk diinvestigasi lebih dalam.

Bermula dari berita seputar besarnya pengaruh Menteri Koordinasi Bidang Ekonomi Hatta Rajasa dalam penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua, pada perkembangannya informasi melebar ke sebuah temuan menarik, bahwa Hatta Rajasa disinyalir memiliki kedekatan dengan mafia minyak yang berbasis di Singapore, Mohammad Reza dari Global Energy Resources.

Yang menarik, operasi intelijen kabinet versi Hatta yang berhasil merekomendasikan 60 persen jago-jagonya menjadi jajaran menterinya Presiden SBY, konon kabarnya dibiayai oleh Mohammad Reza.

Bukan itu saja. Yang lebih menarik lagi, Global Energy Resources yang dikelola oleh Mohammad Reza, sahamnya dimiliki oleh 5 perusahaan yaitu Supreme Energy, Orion Oil, Paramount Petro, Straits Oil, dan Cosmic Petroleum. Semua perusahaan pemegang saham Global Energy tersebut berbasis di negara mini: British Virgin Island.

Yang menjadi masalah, tulis Majalah Intelijen dalam liputannya, beberapa perusahaan tersebut di atas, ternyata memiliki kongsi bisnis yang bersifat tidak transparan dengan Perusahaan Minyak Negara Pertamina. Sehingga sempat dituduh tidak efisien. Dan bahkan sempat menyeret Direktur Utama Pertamina ketika itu Arie Soemarno.

Benarkah Hatta Rajasa memang terlibat dalam konspirasi bisnis dengan jaringan Global Energy Resources yang berbasis di Singapore? Memang masih harus ditindaklanjuti melalui investigasi yang lebih mendalam.

Karena bagaimanapun juga Hatta Rajasa memang sejak awal merupakan pelaku bisnis bidang minyak dan energi. Sebelum bergabung dengan Partai Amanat Nasional, Rajasa dikenal sebagai salah satu pengusaha yang bergabung dengan Medco Energy milik pengusaha tenar Arifin Panigoro.

Apakah Rajasa dan Medco pun bagian dari mata rantai jaringan pebisnis yang berbasis di Singaproe ini? Karena menurut observasi Global Future Institute, Arifin Panigoro dan jaringan bisnis Medco boleh dibilang berseberangan dengan kubu Arie Soemarno dan para kroni bisnisnya yang terkait kepentingan bisnis dengan Pertamina.

Arie Soemarno meski berada dalam perlindungan politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ketika itu, secara perkoncoan lebih dekat dengan kubu Taufik Kiemas dibandingkan kubu Pramono Anung yang lebih condong ke kubu Megawati Sukarnoputri.

Nah karena itu, meski liputan Majalah Intelijen patut kita apresiasi berkat investigasinya yang cukup mendalam, namun kiranya kurang tepat jika Hatta dikaitkan dengan kubu Mohammad Reza dan Global Energy. Meski tidak tertutup kemungkinan, kubu Mohammad Reza dan Global Energy memang benar dari segi keterkaitannya sebagai kroni bisnis Pertamina era Arie Soemarno.

Memang selintas Hatta dan Taufik Kiemas berada dalam satu kubu karena sama-sama dari Palembang. Apalagi ketika Marzuki Alie yang juga putra Palembang yang merupakan pengurus teras Partai Demokrat, kemudian dipilih SBY sebagai Ketua DPR.

Namun alangkah naifnya jika jaringan Palembang connection dipandang sebagai satu kelompok yang kompak. Hatta Rajasa yang alumni ITB, justru lebih merepresentasikan kubu ITB connection yang membuat dirinya sejalan dan dekat dengan Arifin Panigoro dan Sekjen PDIP Pramono Anung yang notabene keduanya berasal dari PDIP.

Dengan begitu, mengaitkan Hatta dan kubu Mohammad Reza dari Global Energy Resources yang berbasis di Singapore, jangan-jangan malah membuat kita terperangkap dalam diinformasi.

Namun, liputan Majalah Intelijen yang mengindikasikan adanya manuver bisnis Mohammad Reza dan Global Energy Resources, tetap merupakan informasi yang cukup berharga. Karena bukan tidak mungkin gerakan mereka memang sedang berlangsung untuk melakukan aksi destabilisasi terhadap pemerintahan SBY.

Pertanyaannnya adalah, dari pintu mana jaringan mereka ini masuk? Selain Hatta Rajasa, Wakil Presiden Budiono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, merupakan para pemegang otoritas bidang ekonomi saat ini.

Tapi siapa tahu, Hatta Rajasa memang seorang pemain licin yang berhasil menyembunyikan agenda politik yang sebenarnya. Karena itu, kita tunggu pertunjukkan politik Indonesia di bulan-bulan mendatang.

About these ads

2 responses to “Hatta Rajasa dan Misteri Mafia Minyak Singapore

  1. Pingback: Saling Tuding Ala Mafia | Bpn16's Blog

  2. emg bener kok HR diurus ama MR lewat pak MLIS !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s