Mengatasi Kemacetan Ala Orang Awam

Mengatasi Kemacetan Ala Orang Awam

Macetnya Jakarta

Penulis

Maret 2010, tanggal tepatnya lupa…kubuka website institusi pemerintah….jreenggg….hahahhahah…..yes…aku diterima. Kegirangan itu cuma bertahan beberapa menit walopun dominasi girangnya lebih banyak daripada sedihnya ya 80% girang, 20% sedih. Kenapa sedih ? Alasan pertama yaitu perempuan, klasik memang. Artinya aku harus meninggalkan pacarku alias LDR (bahasa Jawanya adalah Long Distance Relationship….dodol banget klo sampe ga tau) karena job itu mengharuskan aku pindah kota. Alasan kedua adalah aku harus pindah ke Jakarta…….sekali lagi . Damn It !!! Aku harus pindah ke kota yang selama ini aku benci dengan segala keruwetannya dan seribu masalahnya… :(:(:(

Setting berlanjut ke beberapa bulan kemudian.

Hampir setengah tahun ini aku telah hidup di Jakarta dan banyak penderitaan yang telah dilewati, misal : dikebulin asap  angkot ato motor, brangkat kantor telat, kegantengan yang kian hari kian berkurang ( gara2 muka kotor sering dikebulin asap…hal ini cukup membuat galau gara2  sang pacar sering bilang ” Mas, koq kamu tak seganteng dulu lagi”..:(:(:(…..maakkkk !!!), serta usia yang kian hari digerogotin oleh macetnya Jakarta alias TUA DIJALAN….preeetttttt !!! Untuk yang terakhir ini yang paling tak kusenangi. Yang kurasakan dari hari kehari, jakarta tambah muuaacccceeettttttttteee pollllll ( logat Jogja mode on) …Kadang aku heran sama orang yang udah lama tinggal di Jakarta dan pengen bilang ” Mas koq sampeyan bisa betah tinggal di Jakarta”…mungkin Jakarta bagi mereka masih merupakan ladang rejeki mereka sama halnya denganku.

Karena tiap hari merasakan kejamnya kemacetan di Jakarta ( maklum naek angkot !!!…buat mbak2 yang ngerasa cakep yang kebetulan baca tulisan ini…saya sering naek Metromini M75 jurusan Pasar Minggu – Blok M lho..:genit::genit:..sapa tau berminat ketemu saya :wowcantik:wowcantik ) maka saya punya sedikit ide gila buat mengatasi kemacetan Kota Jakarta .

Jakarta sebagai pusat kegiatan bisnis dan pemerintahan mengundang banyak masyarakat untuk mengadu nasib mengais rejeki disana. Dulu saya pernah baca bahwa salah satu penyebab kemacetan adalah kendaraan2  pribadi (entah motor, mobil, becak, truk…pokoknya banyaklah) yang berasal dari luar kota yang mayoritas berasal dari kota2 disekitar Jakarta. Pada jam-jam berangkat kantor dan pulang kantor, kendaraan2 ini tumplek blek dijalanan Jakarta dan membuat antrean kemacetan yang cukup panjang (bukan gara2 si komo lewat  lhoo…)

Solusi yang saya tawarkan untuk mengatasi banyaknya kendaraan2 dari luar kota adalah membuat suatu jaringan transportasi terpadu yang melalui kota2 tsb dan menghubungkannya dengan Jakarta terutama pada areal2 pusat kegiatan bisnis dan pemerintahan. Bentuknya bisa apa saja semisal busway (udah ada walo blom maksimal), subway ato monorel, yang penting bersifat angkutan massal/ Mass Rapid Transportation dengan tarif yang terjangkau, nyaman, cepat, aman dan tepat waktu. Dengan adanya jaringan ini dengan kualitas layanan yang prima, maka para pekerja dari luar kota  yang tadinya hobi make yang serba pribadi akan tertarik memakai moda transportasi ini yang efeknya mengurangi pemakaian kendaraan pribadi.

Kepemilikan kendaraan pribadi tiap-tiap orang, menurut saya juga turut andil menyumbang sebagai salah satu penyebab kemacetan. Sudah jadi rahasia umum klo orang Indonesia itu seneng banget pake yang serba pribadi, termasuk kendaraan pribadi…..( sampe2 cewe2 sekarang klo nyari pasangan pengennya yang punya apa2 sifatnya pribadi….:(:(..curhat mode on). Hal ini didukung oleh kebijakan penjual kendaraan yang mempermudah konsumen untuk membeli kendaraan dengan cara kredit dengan uang muka yang cukup rendah….pernah membaca disalah satu iklan di tembok perempatan jalan dengan syarat membawa  uang 200 ribu plus keterangan gaji dan juga kartu keluarga bisa membawa pulang motor dari dealer……….what the fuck !!! murah amat yaaakkkk!!! Mobil juga demikian, dengan DP 9 jeti plus cicilan 3 jeti tiap bulan udah bisa bawa Avanza…hahahah……mudahkan syarat2 mindahin kendaraan dari showroom dealer ke garasi rumah. Ditambah lagi tabiat ortu2 di Indonesia yang tergolong mampu, memberikan hadiah berupa kendaraan pribadi pada saat tahun ajaran baru…. (check aja data didealer2 pas tahun ajaran baru)…

Solusi dari masalah ini yang coba saya tawarkan adalah menaikkan pajak kendaraan bermotor, mempersulit proses pembelian kendaraan bermotor dan juga pemberlakuan masa pakai kendaraan. Mempersulit proses pembelian kendaraan bermotor bisa ditindak lanjuti dengan cara tiap pembelian kendaraan harus cash…hahahahah…ato paling ngga DP kendaraan ya jangan dikit2 amat…misal harga mobil 100 juta, pihak dealer harus matok DP minimal 75 juta…hahahahaa:D:D. Pemberlakuan masa pakai kendaraan bisa dijalankan dengan cara membuat kebijakan pemakaian kendaraan yang telah dipakai selama 15 tahun ato lebih harus diganti atao dibuang…wakkakaak :D:D…..

Hadirnya mal-mal menurut saya juga menjadi biang penyebab kemacetan, banyak dari mal-mal yang bertempat di kawasan strategis. Ketika mall tersebut lagi ramai dikunjungi oleh mall-ers (bener ngga sih istilahnya….) banyak kendaraan yang keluar masuk mall yang andil memberikan kemacetan lumayan parah. Klo boleh saya tunjuk hidung misalnya Pejaten Village dan Plaza Semanggi, kedua mall ini berada dikawasan strategis. Dan pada jam-jam sibuk, ketika orang dan kendaraan kluar masuk mall, cukup membuat antrean kendaraan semakin panjang. Dari sisi ini kita bisa melihat, lemahnya kesadaran pemerintah dalam bentuk kebijakan yang mengatur tata ruang dan pendirian bangunan serta pengawasannya terhadap bangunan-bangunan yang telah berdiri, apakah bangunan tersebut mengganggu kepentingan umum ato tidak. Solusi dari hal ini adalah sadar enggaknya pemerintah ato tidak, klo ga sadar2 ya didemo aja…tapi jangan sampai bawa2 kebo ato lempar2 kotoran manusia yaaa…..:berbusa::berbusa:

Masalah lain yang menurut saya turut membuat Jakarta makin macet adalah ETIKA. Yaitu etika santun menggunakan jalan raya antar pengendara kendaraan. Yang saya amati selama saya tinggal diJakarta adalah etika dan disiplin para pengendara sangat kurang. Trotoar yang harusnya jadi tempat pejalan kaki malah diembat juga sama motor, malah pernah liat dulu tukang cendol lagi jalan marah2 karena nyaris ketabrak motor….. Lebih parah lagi pas lampu merah, masih ada aja yang nyelonong… Perilaku santun dan disiplin berkendara itu memang masalah mental. Saya akui sendiri mental bangsa kita klo dijalanan sangatlah buruk, bapak saya sendiri juga kyk gitu. Klo ada lampu merah bukannya pengen brenti malah nge-gas, mirip banteng klo liat bendera merah. Hasilnya bukan malah ditepokin orang, yang nepokin malah Polantas sambil berkata…”Bapak telah melanggar…bla..bla..blaa”.  Untuk solusi yang satu ini kita kembalikan ke diri kita masing2 sajalah, selebihnya biar Polantas yang berbicara. Makin tidak disiplin Anda, makin senanglah Polantas kita….

Yahh….begitulah ide2 saya untuk memecahkan masalah kemacetan di Jakarta. Sebagai pemuda harapan bangsa dan calon pemimpin bangsa..(aminn)…inilah bentuk sumbangsih pemikiran saya. Pemikiran orang awam yang sudah cukup stress menghadapi macetnya Jakarta. Sapa tau tulisan jelek  saya ini dibaca bang kumis alias om Foke alias Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta.

Hmmmmmm………..salammm ..:beer:.               (djoeliand)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s