Category Archives: Artikel Militer

Berisikan cerita-cerita & info-info militer baik dahulu maupun sekarang

Para Sahabat AURI yang Terlupakan (Bagian II)

Pada bagian pertama sudah dikisahkan kegigihan dan kerelaan berkorban dari Bob Freeberg, David Fowler, Bijayananda Patnaik, Ignacio Espina dan R.R. Cobley. Dan masih ada dua penerbang yang namanya sering disebut ketika memperingati peristiwa ditembaknya VT-CLA, Noel Constantine dan Roy Hazelhurst. Pada bagian kedua ini Anda akan diajak menelusuri lika-liku pengabdian para legiun asing ini seiring dengan terdamparnya RI-001 di Burma.

RI-006 Fleming
Catalina kedua, sebuah pesawat amfibi, PBY-5A, mendapat registrasi RI. Pesawat amfibi ini dilaporkan sebelumnya terdaftar di Filipina dan dimiiki oleh pilot Amerika, James Fleming. Menurut sumber Belanda, RI-006 paling tidak melakukan tiga penerbangan bolak-balik antara Yogyakarta dan Manila. Jelas bahwa RI-006 beroperasi hanya beberapa bulan bagi RI. Pada November 1948, RI-006 melakukan perjalanan ke Jambi dan Payakumbuh dengan Fleming sebagai pilot, kopilot OU III R.A. Patah dan seorang flight engineer Billani “Bill” Valenova. Continue reading

F-16 TNI AU, Uncommon Stories

F-16 TNI AU, Uncommon Stories

Selama ini F-16 Fighting Falcon dikenal sebagai pesawat yang telah menunjukkan kebolehannya dalam menjaga kedaulatan di udara. Buktinya tanggal 3 Juni 2003, sang elang berhasil menyergap pesawat militer asing di Laut Jawa. Peristiwa yang dikenal dengan Kasus Bawean ini seolah menyadarkan kita akan keberadaan pesawat buru sergap dalam menjaga kedaulatan di udara. Masih beberapa kasus pencegatan lagi dilakukan F-16. Karena bukan konsumsi publik, peristiwa ini hanya terekam dalam dokumentasi skadron dengan klasifikasi rahasia.

Bukan hanya lewat Kasus Bawean F-16 menghiasi halaman media masa. Sejak kedatangan Desember 1989, berbagai peristiwa penting telah dialami. Tengok medio 1996, enam pesawat F-16 yang dioperasikan Skadron Udara 3 tampil piawai sebagai tim aerobatik Elang Biru.  Lalu pada Juli  2000 dalam sebuah latihan rahasia di Lombok, berhasil menembakkan rudal AGM-65 Maverick di laut Jawa dalam keterbatasan sarana latihan. Continue reading

Kisah Gaib Dunia Penerbangan

Majalah penerbangan Inggris terkemuka, Flight International, edisi akhir tahun lalu tidak seperti biasa isinya. Selain berisikan berita perkembangan teknologi kedirgantaraan dan penerbangan sipil maupun militer, kali ini majalah tersebut menurunkan tulisan tentang hal-hal gaib yang berkaitan dengan dunia penerbangan. “Apakah Anda percaya atau tidak, tetapi kisah-kisah hangar dan pesawat yang dihantui cukup banyak terjadi dalam dunia penerbangan,” Flight mengawali tulisannya mengenai misteri yang menyangkut Donald “Deke” Slayton, satu dari tujuh astronot pertama Amerika dalam proyek Mercury. Continue reading

Para Sahabat AURI yang Terlupakan

Mungkin tak banyak yang tahu keterlibatan penerbang asing dalam sejarah awal AURI. Tulisan ini mungkin bisa menggugah perhatian pembaca terhadap detail sejarah ini. Kebanyakan dari penerbang asing yang berpartisipasi adalah warga AS. Selain itu, banyak dari penerbang asing tersebut memiliki latar belakang yang menarik untuk disimak. Tak hanya sebelum mereka bergabung dengan AURI, juga setelah bergabung. Continue reading

Klowor Sang Kopral

Klowor, begitu namaku. Aku serdadu KNIL yang berjuang demi kejayaan Ratu Belanda. Aku sudah bertugas dibanyak front pertempuran melawan pemberontak yang membangkang pada tahta Sri Ratu Wilhelmina.

Aku tergolong kaum sial di KNIL. Orang Jawa tidak sebaik sebaik orang Ambon, apalagi orang Belanda yang jadi serdadu di tangsi. Kami tidak dapat roti. Dulu kami adalah serdadu yang tidak bersepatu. Di zaman perang Aceh, pendahulu kami yang orang Jawa mengejar gerilyawan tanpa alas kaki. seperti gerilyawan pemberani yang mereka kejar itu. Continue reading

Bekas Pasukan Westerling di RMS

Pasukan didikan Westerling ini muncul lagi dalam kudeta Westerling pada 23 Januari 1950, disini Westerling menjadikan bekas bawahannya itu sebagai tulang punggung kudetanya yang kemudian gagal itu. Tidak sulit Westerling mengajak bekas anak buahnya itu. Selain karena gila bertempur, kharisma Westerling dalam pasukan itu begitu besar. Setelah pemberontakan Westerling gagal, bvanyak sisa-sisa pasukan khusus Belanda menuju Ambon dan memulai sebuah petualangan, yang mungkin saja sereu untuk bekas prajurit komando Belanda itu. kehadiran mereka lalu merepotkan TNI dalam menumpas RMS-nya Soumokil. Continue reading

Peristiwa Kapten Andi Aziz 5 April 1950 di Makassar

Peristiwa Kapten Andi Aziz 5 April 1950 di Makassar(Oleh Andi M. Irvan Z. Ringkasan ini diambil dari harian surat kabar KOMPAS, halaman pertama, hari Kamis, tanggal 2 Februari 1984 yang ditulis oleh Fahmy Myala)

Siapakah Kapten Andi Aziz?. Nama lengkapnya adalah Andi Abdoel Aziz, ia terlahir dari pasangan Andi Djuanna Daeng Maliungan dan Becce Pesse. Anak tertua dari 11 bersaudara. Ia menyandang gelar pemberontak akibat perjuangannya untuk mempertahankan existensi Negara Indonesia Timur. Ia mengambil alih kekuasaan militer di Makassar pada 5 April 1950 ketika umurnya baru 24 tahun. Ia adalah korban politik Belanda divide et impera, di pengadilan militer ia mengakui menyesal bahwa ia buta politik. Sejak umur 10 tahun, Andi Aziz sudah dikirim oleh orang tuanya ke negeri Belanda untuk sekolah dan menyelesaikan sekolah lanjutannya disana.
Continue reading

Kisah Teliksandi Pasukan Harimau Kuranji

Kisah Teliksandi Pasukan Harimau Kuranji

Sekitar 50 orang pasukan Indonesia dari Kompi Harimau Kuranji, Kecamatan Kuranji yang dipimpin oleh Letda Ahmad Husein berjalan menuju ke Rimbo Kaluang. Dari 50 tentara tersebut hanya 15 orang pasukan yang membawa senjata api di antaranya sten, peluncur roket, dan selebihnya granat. Senjata tersebut hasil rampasan dari gudang senjata Jepang dan tentara Sekutu di beberapa tempat.

Dari pukul 16.00 WIB, saat itu hanya berjalan kaki ada yang mengenakan sepatu bahkan ada yang telanjang kaki, jalan setapak yang dipenuhi kerikil dan lumpur. Di setiap jalan yang dilalui banyak pemuda ikut bergabung dengan pasukan Kuranji sehingga jumlahnya mencapai ratusan.

“Itu saat penyerangan markas pasukan Inggris dan pasukan Gurka India di Rimbo Kaluang yang saat ini menjadi kawasan GOR Agus Salim Padang,” kata Sertu Purn Mawardi pada okezone di rumahnya di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Continue reading