Tag Archives: TNI

Kisah Teliksandi Pasukan Harimau Kuranji

Kisah Teliksandi Pasukan Harimau Kuranji

Sekitar 50 orang pasukan Indonesia dari Kompi Harimau Kuranji, Kecamatan Kuranji yang dipimpin oleh Letda Ahmad Husein berjalan menuju ke Rimbo Kaluang. Dari 50 tentara tersebut hanya 15 orang pasukan yang membawa senjata api di antaranya sten, peluncur roket, dan selebihnya granat. Senjata tersebut hasil rampasan dari gudang senjata Jepang dan tentara Sekutu di beberapa tempat.

Dari pukul 16.00 WIB, saat itu hanya berjalan kaki ada yang mengenakan sepatu bahkan ada yang telanjang kaki, jalan setapak yang dipenuhi kerikil dan lumpur. Di setiap jalan yang dilalui banyak pemuda ikut bergabung dengan pasukan Kuranji sehingga jumlahnya mencapai ratusan.

“Itu saat penyerangan markas pasukan Inggris dan pasukan Gurka India di Rimbo Kaluang yang saat ini menjadi kawasan GOR Agus Salim Padang,” kata Sertu Purn Mawardi pada okezone di rumahnya di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Continue reading

Jenderal Gatot Subroto (1907-1962)

Jenderal Gatot Subroto (1907-1962)

  • Nama: Jenderal TNI AD Gatot Subroto
  • Lahir: Banyumas, 10 Oktober 1909
  • Meninggal dunia: Jakarta, 11 Juni 1962
  • Dimakamkan: Desa Mulyoharjo, Ungaran, Yogyakarta
  • Pendidikan Formal: – Europeesche Lagere School (ELS) (dikeluarkan) – Holands Inlandse School (HIS)
  • Pendidikan Militer: – Sekolah militer di Magelang (1923) – Pendidikan Tentara Pembela Tanah Air (Peta) – Masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian menjadi TNI
  • Pengalaman Pekerjaan: – Pegawai Pemerintah (ditinggalkan)
  • Pengalaman Tugas: – Anggota KNIL (Tentara Hindia Belanda), – Komandan kompi di Sumpyuh, Banyumas – Komandan batalyon – Panglima Divisi II, Panglima Corps Polisi Militer, dan Gubernur Militer Daerah Surakarta dan sekitarnya (1945-1950) – Panglima Tentara & Teritorium (T &T) IV I Diponegoro – Tahun 1953, mengundurkan diri dari dinas militer tapi diaktifkan kembali dan diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Continue reading

Perkembangan Pasukan Kavaleri Di Indonesia

Perkembangan Pasukan Kavaleri Di Indonesia

AMX13-VCI-TNI-AD

Setelah tercapainya Pengakuan Kedaulatan Negara Indonesia oleh Kerajaan Belanda di akhir tahun 1949, dilakukanlah konsolidasi kekuatan TNI (Tentara Nasional Indonesia) serta melakukan pembenahan-pembenahan organisasi. Hal paling krusial pada kurun waktu antara tahun 1949 hingga 1950 adalah masalah pengintegrasian personel TNI mantan pejuang dengan eks-KNIL dan Veld Politie dalam wadah Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS). APRIS sendiri terbentuk sebagai hasil kesepakatan dalam Perundingan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda, yang mensahkan terbentuknya Republik Indonesia Serikat, yang merupakan penggabungan RI dengan negara-negara federal bentukan Belanda. Sebagai imbalan terbentuknya APRIS, dilaksanakanlah serangkaian hibah peralatan militer dari Belanda.
Continue reading

Gerakan Mahasiswa ITB 1978

Gerakan Mahasiswa ITB 1978

Wimar Witoelar memimpin aksi

“Mungkin mahasiswa ITB zaman sekarang sudah tidak mengenal lagi cerita ini. Dan mungkin juga mahasiswa-mahasiswa kampus lainnya, ketika almameter mereka mengalami tindakan represif yang sama. Tetapi gambar adalah bukti otentik bahwa benar kampus-kampus mereka pernah mencatat sejarah yang pahit.”

Jauh sebelum adanya “Gerakan Reformasi” di tahun 1998, para mahasiswa ITB di tahun 1978 telah melihat bahwa Presiden Soeharto sudah mulai keluar dari idealisme-idealisme membangun sebuah bangsa & negara dengan baik dan benar. Karena media massa saat itu sangat dikontrol oleh Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat tidak bisa mengutarakan pendapat, maka hanya mahasiswa-lah yang mempunyai kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Continue reading

Pelda PL Tobing: Penyergap Pembajak Pesawat Garuda Woyla

Pelda PL Tobing: Penyergap Pembajak Pesawat Garuda Woyla

DC-9 WOYLA

“Tunjukkan jati dirimu, lebih baik kita pulang nama dari pada gagal di medan laga”. Perintah Alm Jenderal TNI LB Murdhani itulah yang memotivasi semangat pengabdian dan pengorbanan Pelda Pontas Lumban Tobing berani berhadapan langsung dengan pembajak untuk membebaskan para penumpang pesawat Garuda Woyla yang disandera pembajak di Don Muang Thailand. Atas jasanya itu Pelda Pontas Lumban Tobing menerima anugerah kehormatan medali “Bintang Sakti Mahawira Ibu Pertiwi” sebagai penghargaan atas pengabdian dan pengorbanannya yang patut dijadikan suri tauladan bagi semua generasi penerus prajurit TNI. Continue reading

Operasi Pendaratan Di Pontian, Johor Baru dalam Kampanye Dwikora

DWIKORA; Operasi Pendaratan di Pontian, Johor Baru

KKO

Operasi ini sebenarnya disebut Ops A, yaitu operasi intelijen yang lebih menekankan hasil pada efek politis daripada efek militer. Misi yang diemban pasukan ini adalah untuk mendampingi gerilyawan local dalam operasi militer, memberi pelatihan pada kader kader setempat yang dapt dikumpulkan di daerah sasaran, dan setelah dianggap cukup mereka akan kembali ke pangkalan. Continue reading

DWIKORA ; TERGANYANG DI MALAYSIA

TERGANYANG DI MALAYSIA

Pesta untuk sang marinir telah usai berjam-jam lalu. Dia tengah mengayuh sampan nelayan menembus garis belakang pertahanan Malaysia di Tawao. Sampan itu dipenuhi kepiting untuk dijual. Siapa kira timbunan kepiting itu hanya kedok untuk menutupi senjata. Setelah tiga hari mengayuh dan berhasil melewati patroli kapal perang Inggris, sampan itu mendarat di pantai yang sepi di sebelah utara Tawao, Sabah. Target pertama si marinir: menemui seorang haji yang akan menjadi penghubung. Continue reading

Penyerangan Heroik TNI ke Gunung Qablaque ( A True Story)

Penyerangan Heroik TNI ke Gunung Qablaque

(Masa Integrasi Tim Tim/East Timor)

OV-10 Bronco

Gunung Qablaque merupakan medan yang dimitoskan sebagai medan terberat yang selalu dijauhi oleh para pilot Helikopter dan dijaga oleh setidaknya satu batalyon dengan senjata SMR serta dihuni oleh kurang lebih 7000 rakyat.  Tapi sebagian Rakyat telah bosan berada dibawah penjajahan Portugis tanpa ada perubahan kesejahteraan yang berarti, bahkan sebagian besar rakyatnya nyaris hidup dibawah garis kemiskinan. Oleh karenanya keberadaan pasukan mendapat dukungan dari sebagian masyarakat yang pro yang telah jenuh terus menerus berperang.  Dan salah satu keberhasilan penyerangan ini adalah berkatadanya dukungan itu. Continue reading