Hal Penting Dalam Jual Beli Tanah

Hal Penting Yang Perlu Diketahui Oleh Masyarakat

Tentang Jual Beli Tanah

Masih jamak terjadi transaksi atas bidang Tanah oleh masyarakat dilakukan dibawah Tangan atau tidak didaftarkan sesuai Peraturan perundang-undangan yang berlaku di NKRI. Kondisi ini menyebabkan system administrasi pertanahan tidak terpelihara dengan baik, keadaan kepemilikan Tanah menjadi tidak jelas sehingga perlindungan hukum terhadap hak atas Tanah menjadi lemah.

Untuk itu masyarakat yang hendak melakukan transaksi jual beli atas sebidang tanah perlu mengetahui kewajiban-kewajiban apa yang harus dipenuhi semuanya diupayakan agar perlindungan hukum terhadap hak atas tanah dapat ditegakkan. Pertama kepada masyarakat yang hendak melakukan transaksi jual beli atas tanah diwajibkan untuk mengetahui dengan pasti siapa pemilik Tanah yang sah, berapa luas,dimana letak tanahnya dan seluruh detil data obyek tanahnya hal ini hanya dapat dilakukan dengan melakukan pengecekan terhadap sertipikat hak atas Tanah yang akan diperjual belikan, hal ini untuk meyakinkan subyek hak (Pemegang hak atas Tanah) dan obyek (luas, letak , bentuk dan status penggunaan tanah) yang akan ditransaksikan. Kedua para pihak (Penjual dan Pembeli ) menghadap ke Pejabat Pembuat Akta Tanah untuk dibuatkan Akta Jual Beli sebagai bentuk legalisasi transaksi jual beli yang diperintahkan menurut Peraturan perundang-undangan. Didalam akta akan dijelaskan dan dijabarkan kewajiban-kewajiban penjual dan pembeli.

Kewajiban penjual adalah kewajiban membayar Pajak Final yang besarnya 5% dari transaksi yang ditetapkan. Namun bisa tidak dikenakan Pajak Final bila hasil penjualannya dibawah nilai batas tidak kena pajak. Batas tidak kena pajak di tiap-tiap wilayah adalah berbeda, contohnya Kab. Banyumas adalah transaksi kurang dari Rp. 60.000.000. Sedangkan pembeli mempunyai kewajiban membayar BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) yang besarnya (Nilai transaksi-Batas Tidak Kena Pajak)X5% . Batas tidak kena BPHTB di wilayah Kab. Banyumas sebesar Rp.15.000.000.

Setelah kewajiban para pihak telah dipenuhi maka akta jual beli akan diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah yang selanjutnya didaftarkan ke Kantor Pertanahan se tempat untuk dilakukan pendaftaran balik nama berdasarkan akta jual beli dimaksud. Sedangkan ketentuannya adalah sebagai berikut :

Persyaratan:

  1. Surat:
    1. Permohonan
    2. Kuasa otentik, jika permohonannya dikuasakan *).
  2. Sertipikat hak atas tanah/Sertipikat HMSRS
  3. Akta Jual Beli dari PPAT
  4. Fotocopy identitas diri pemegang hak, penerima hak dan atau kuasanya yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.
  5. Bukti pelunasan : **)
    1. BPHTB;
    2. PPh Final.
  6. Foto copy SPPT PBB tahun berjalan.
  7. Ijin Pemindahan Hak, dalam hal di dalam sertipikat/keputusannya dicantumkan tanda yang menyatakan bahwa hak tersebut hanya boleh dipindahtangankan apabila telah diperoleh ijin dari instansi yang berwenang;

Biaya dan Waktu

  1. Biaya: Rp. 25.000,- / Sertipikat
  2. Waktu: Paling lama 5 (lima) hari.

Keterangan:

  1. *) untuk daerah yang belum ada pejabat publik yang berwenang untuk itu, dapat menggunakan surat kuasa di bawah tangan.
  2. **) untuk yang terkena obyek BPHTB dan atau PPh

One response to “Hal Penting Dalam Jual Beli Tanah

  1. saya habis membeli sebidang tanah, yang saya dapat hanya akta jual beli..saya mohon bantuannya bagaimana cara untuk membuat sertifikat tanah atas namaku dan berapa biaya pembuatannya???terima kasih atas infonya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s