The Adolf Hitler

The Adolf Hitler

Hitler

Masa Kecil

Hitler lahir di Braunau am Inn, Austria, pada tanggal 20 April 1889, anak keempat dari 6 bersaudara dari pasangan Alois Hitler (Aloys Schicklgruber), seorang pensiunan pegawai pabean di Austria, dengan anak dari keponakannya sendiri, Klara Pölzl (yang dikenal pula sebagai Maria Jr., nama dari neneknya, Anna Maria Schicklgruber)… incest yang dilakukan Alois menyebabkan anak pertama dan kedua hidup hanya 2 tahun, anak ketiga mati karena campak, dan Hitler lah yang hidup sehat saat itu…


Alois Hitler


sebagai pensiunan pejabat bea cukai, Alois memanfaatkan tunjangannya untuk membeli tanah kecil di Hafeld (Bavaria/Bayern) untuk budidaya lebah madu dan pertanian…

Adi (panggilan kecil Adolf Hitler) disekolahkan di sekolah biara Katholik Benedictine, di Fischlham… dia pernah menjadi anggota paduan suara mazmur di usia 8 tahun… di biara itu, banyak ukiran seni dan beberapa simbol (salah satunya swastika) dan dia terkesima dengan arsitektur biara itu… oleh karena itu, sejak kecil sebenarnya dia bercita-cita menjadi seorang seniman…

Adi juga sering bermain cowboys and indian bersama teman2nya, sebuah permainan tembak2an yang memberikan persepsi perbedaan yang jahat dan yang baik kepada anak-anak di masa itu… jadi, Hitler, baik semasa kecil sampai kematiannya, pada dasarnya memiliki pemahaman dasar mengenai baik dan jahat secara polos



Alois Hitler, ayahnya Adolf Hitler, dengan memakai seragam pegawai bea cukai di Wina (Vienna), Austria


Adolf Hitler ketika masih bayi, dia anak ke-4 dari 6 bersaudara, kakak sulung dan kakak keduanya meninggal ketika masih bayi, kakak ketiganya meninggal di usia 2 tahun


Adolf Hitler (yang dilingkari) berfoto bersama anggota paduan suara Biara Benedictine tahun 1899, saat itu berusia 10 tahun


Adolf Hitler 10 tahun, insert dari foto di atas


Adolf Hitler ketika menguasai posisi kepala pemerintahan Kanselir Jerman 30 Januari 1933 menggantikan Kurt von Schleicher

Kecintaan Adolf Hitler Pada Ibunya
Alois secara otoriter ingin supaya anaknya, Hitler, mengikuti jejaknya sebagai pegawai pabean Austria dgn alasan perekonomian yang menjanjikan ketika Eropa sedang resesi kala itu dan beberapa alasan lain… alasan lain Alois adalah karena Hitler adalah anak satu-satunya saat itu…

Hitler menolak karena dia lebih tertarik pada seni rupa dan arsitektur dan melakukan perdebatan dgn ayahnya… perdebatan itu berentet pada masalah kewarganegaraan, Jerman atau Austria (karena keluarga Hitler tinggal di Bavaria atau Bayern, sebuah propinsi kecil Austria di perbatasan Jerman dgn Austria).. Hitler memang dikenal berpendirian teguh di masa mudanya…

ketidaksetujuan Alois utk memperbolehkan anaknya terjun di dunia seni rupa karena kebanyakan pelukis di masa itu sangat anti-sosial… bahkan, Alois mengecap Hitler sebagai anak edan, karena di zaman itu, anti-sosial dinilai sebagai orang gila (maklum karena Eropa di era berkembang merupakan para pekerja keras)… ibunya selalu menghiburnya ketika sedih sehabis diomeli ayahnya… ibunya merupakan pembangkit jiwa dan semangatnya…

di bulan September 1900, dia memberontak pada ayahnya dan akhirnya dia bersekolah teknik Realschule di Linz…

Hitler mengisahkan pemberontakannya itu dalam buku yang dibuatnya ketika di dalam penjara, “Mein Kampf” (Perjuanganku) tahun 1925… dia menulis bahwa perjuangan meskipun betapa pedihnya perjuangan itu jangan pernah berhenti karena hasilnya sangat berarti…

Hitler terobsesi dendam di masa kecil dengan ayahnya yang dia anggap sebagai anjing-anjing Austria, dia mengisahkan bahwa dirinya merupakan orang Jerman, bukan Austria.. Austria yang monarki dia anggap sebagai negara bodoh yang diperbudak seorang raja, sementara rajanya sendiri juga bodoh… kebanggaannya terhadap Jerman sejak kecil juga mempengaruhi jiwa nasionalis di dalam dirinya (maklum, pemuda memang bergairah dlm hal seperti ini)..

Hitler juga menulis di dalamnya, semenjak konflik dengan ayahnya, dia berharap ayahnya mati saat itu pula.. keinginan itu semakin mendalam dan seolah dikabulkan Tuhan… ayahnya mati mendadak 3 Januari 1903 sesaat setelah meminum anggur (aktifitas sehari-hari ayahnya di setiap pagi).. Hitler menulis bahwa kematian ayahnya akibat stroke epopleksia…

tahun 1904, dia menyelesaikan pendidikannya di Realschule pada tahun keduanya… kemudian dia berpesta bersama teman2nya dan merobek sertifikat pendidikannya menjadi 4 bagian untuk kertas toilet…

Hidup Menggelandang
Hitler ke Wina, ibukota Austria, dan mendaftar ke Akademi Seni Rupa di Wina namun gagal… dia mencoba 2 kali ikut ujian masuk dan gagal… akibatnya dia menggelandang selama sedikitnya sampai tahun 1908…

kehidupan bohemia-nya diisi dengan melukis ataupun meminta-minta… kemungkinan besar, kebenciannya terhadap Austria berubah menjadi sentimen pribadi karena gagal masuk Akademi Seni Rupa di Wina..

dia melihat bahwa gelandangan di sana kebanyakan penduduk asli Austria ataupun Jerman, sebaliknya, orang Yahudi merupakan kaum borjuis dan konglomerat.. di sana pula akhirnya dia menganut anti-Semitisme karena keberadaan imigran Yahudi justru menguasai hampir berbagai perekonomian masyarakat, Yahudi sebagai bos, pribumi sebagai kuli panggulnya (mungkin hampir sama dengan semangat anti-Cina ketika kerusuhan 1998 di Indonesia dahulu)…

anti-Semitisme yang dianutnya juga terpengaruh dari berbagai buku-buku ideologi anti-Semitisme abad 19 M, salah satunya Lanz von Liebenfels… secara garis besar, menurut pemikiran Hitler, Yahudi telah menjajah di berbagai bidang, baik ekonomi, politik, maupun agama (karena agama Kristen menurutnya merupakan “produk” Yahudi)…

sebaliknya, dia akhirnya menganut paham Pan-Jermanisme (paham persatuan dan penyatuan rakyat Jerman)… meskipun diduga dia bukan tergolong ras Arya (ras asli Jerman), tapi dia mengunggulkan ras Arya dibanding ras lainnya di Eropa… dia menyebutkan bahwa Yahudi itu monyet, dan Eropa selain Arya itu babi, hal itu dikaitkannya lewat produk Yahudi yaitu Zionisme, dan produk Eropa yaitu liberalisme dan komunisme…

ibunya meninggal pada tanggal 21 Desember 1907 dan dia menggunakan uang warisan keluarganya untuk berwirausaha sebagai pelukis di Wina dan menjual berbagai hiasan kartu pos untuk berbagai perayaan (Natal dan Tahun Baru)…

Menjadi Tentara Dengan Pangkat Rendah
Pada bulan Mei 1913 dia pindah ke Munich (München) dan menyatakan dalam bukunya bahwa dia memang mencintai Munich (Jerman) dibanding Wina (Austria)… namun dia menolak menjadi tentara dan bersembunyi ketika ada wajib militer bagi pemuda Munich (mengingat kegagalan Jerman dalam Triple Alliance untuk menyeimbangkan kekuasaan adidaya di Eropa antar 3 negara adidaya saat itu karena masalah pengaruh Kekaisaran Russia di Balkan)… alasannya adalah dia tidak suka perang seperti itu (maksudnya, perang masalah kekuasaan dengan ideologi sebagai tameng)… menurutnya, itu namanya kemunafikan (maka dari itu, setelah dia menjadi kepala negara Nazi Jerman, dia sangat membenci pengkhianatan dan tiada ampun bagi pengkhianat)…

dia ditangkap oleh kepolisian Munich (yang berwenang pula di bawah Austria) dan menjalani wajib militernya…

namun, ketika Perang Dunia I (1914-1918), dia justru malah senang berperang apapun alasannya, asalkan untuk mengobarkan semangat nasionalisme-nya… dia mengajukan petisi permohonan dan izin bergabung ke resimen Bavaria kepada Raja Ludwig III dari Bavaria…

dengan mengusung nama Jerman dan Austria, dia memanggul senjata dan ikut ke medan laga Perang Dunia I… namun, anehnya, keberuntungan selalu berpihak pada Hitler sejak kecil… mulai dari kemenangan memberontak pada ayahnya, kematian ayahnya, menjadi pelukis, dan sekarang keberuntungan di pihaknya lagi… dia selalu lolos dari maut ketika Perang Dunia I, bahkan luka-luka yang dideritanya tergolong kecil…

salah satunya pertempuran dengan Inggris di Belgia, padahal dari 3.000 anggota batalyon, mati 2.500 dan Hitler termasuk 500 sisanya… padahal bom-bom berjatuhan di tempat dia berdiri dan memanggul senjata…

luka yang dideritanya tergolong kecil, yaitu terkena pecahan mortir di kakinya dan terkena gas klorin di matanya yang menyebabkan buta sesaat pada tanggal 7 Oktober 1916…

Terjun ke Kancah Politik
Selama peperangan, Hitler dengan jiwa patriotnya menjadi pemimpin bayangan di pletonnya… perwira (mayor) komandannya juga memuji keberaniannya… namun, kekalahan Jerman di Perang Dunia I merupakan pukulan menyakitkan baginya setelah mengabdi sebagai pejuang…

di Mahkamah Internasional, Kaisar Wilhelm II (Jerman) diadili sebagai penjahat perang dan Jerman bertanggungjawab atas berbagai kerugian perang…

bahkan dalam Perjanjian Versailles di Paris, disetujui pula demiliterisasi atas Jerman di Rhineland, pembagian beberapa wilayah Jerman atas wewenang Britania Raya dan Perancis, dan sanksi ekonomi bagi Jerman…

Hitler yang membaca kabar ini di berbagai surat kabar menjadi semringah… dia menganggap Perjanjian Damai itu hanya merugikan satu pihak, yaitu Jerman… di situlah awal dari keinginan Hitler terjun ke dunia politik untuk menyuarakan aspirasinya yang menurutnya juga aspirasi rakyat Jerman secara umum…

untuk menyuarakan aspirasinya itu, dia bergabung menjadi kader Partai Buruh Jerman atau DAP (Deutsche Arbeiter Partei), cikal bakal Partai Nazi… partai kecil Sovyet Bavaria ini didirikan oleh Anton Drexler dan berhaluan Nasionalisme anti-Semitisme, anti-Liberalisme, dan anti-Komunisme…


kartu keanggotaan Hitler sebagai kader Partai DAP

Partai kecil ini beranggotakan 65 orang sejak Hitler bergabung… demi mempromosikan partainya, Hitler mulai menulis berbagai artikel dan berpidato di sudut kota Munich sambil membagikan selebaran artikelnya… dia menyita perhatian masyarakat… selain pidato jalanan, Hitler juga berpidato di beberapa bar yang notabene sering didatangi pejabat Weimar…

dalam pidatonya yang membara, dengan berapi-api dia menyuarakan penolakan Perjanjian Versailles karena merugikan Jerman dan menyuarakan bahwa orang Yahudi menjadi faktor akibat kekalahan Jerman… karena orang Yahudi dinilai hanya benalu (simbiosis parasitisme), mereka mencari makan di negeri orang, ketika darurat, mereka tidak membela negeri yang mereka jadikan tempat cari makan… dan dia berpendapat bahwa Pemerintah memanjakan Yahudi, sebab ketika wajib militer diberlakukan, tidak ada satupun tentara berkebangsaan Yahudi yang bergabung dengan militer Jerman…

karena kharismanya dalam berpidato, tahun 1919, dia bertemu dengan Dietrich Eckart, ketua organisasi okultisme Thule Society yang bertindak sebagai mentor pribadinya…

tahun 1921, dia diangkat menjadi ketua umum DAP berdasarkan aklamasi dari anggota partai… Eckart memberikan bimbingan konseling kepada Hitler bahwa untuk menyita perhatian masyarakat akan partainya, dia harus membuat ciri khas partai yang menarik…

di rumah, Hitler bercermin dan mencari inspirasi sesuatu yang ciri khas akan dirinya… dia mengambil baju tentaranya dan memotong celananya menjadi 3/4 lalu mencukur kumisnya dan menyisakan tengahnya saja… dia juga ingat simbol swastika dan melukis sendiri swastika untuk DAP…

Hitler juga mengganti nama DAP menjadi Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP) yang disebut juga NAZI (National-sozialistische) sesaat setelah dilantik menjadi ketua umum…

dia juga memperkenalkan salam hormat heil (salut), yaitu mengangkat tangan lurus ke depan sejajar dengan kepala… bentuk penghormatan ini disambut salam heil para anggota partai sambil menjawab “heil meine führer” (salut pemimpinku)…

dengan bendera swastika dan lambang burung elang, NSDAP atau Nazi disukai rakyat Jerman, khususnya Munich… Hitler dengan mengenakan ban lengan swastika dan badge burung elang itu menyambut salam heil masyarakat dengan tekukan di lengan sampai bahu…

namun, Hitler salah langkah… Nazi melakukan percobaan kudeta terhadap kanselir Weimar yang disebut Beer Hall Putsch dan kudeta itu dipatahkan tentara Angkatan Darat dan berujung penangkapan Hitler… Perdana Menteri Bavaria, Heinrich Held, juga mengeluarkan larangan aktifitas partai Nazi…

dia mengajukan naik banding sekali dan dijatuhi penjara selama lima tahun… di dalam penjara, dia menulis buku Mein Kampf tsb… dan ketika dia mengajukan kasasi, dia dibebaskan oleh Mahkamah Agung setelah melewati masa tahanan sedikitnya 3 tahun…

kebebasan Hitler tahun 1924 disambut hangat masyarakat dan kali ini, dia mengarahkan Nazi ke arah yang tidak fundamental tapi tetap radikal… Hitler diangkat menjadi anggota legislatif Reichstag (parlemen Bavaria) oleh Gregor Strasser dan larangan Nazi beraktifitas dicabut tahun 1925… Hitler menunjuk Joseph Goebbels sebagai ketua DPP Nazi di Nord, Jerman Utara… Goebbels berjasa mengalahkan anggota Nazi yang beroposisi dengan kepemimpinan Hitler ketika Musyawarah Nasional (Munas) Nazi di Konferensi Bamberg, 1926…

pada konferensi itu, diputuskan haluan radikal Nazi terpusat (sentralistik) pada sang führer yang disebut sebagai Führerprinzip… kali ini, Hitler tidak mengarahkan Nazi pada kudeta melainkan diakui secara legalitas sebagai penguasa Jerman…. target utamanya adalah memenangkan Nazi pada Pemilu, mendominasi Nazi di Reichstag, dan menjadikan sang führer sebagai kepala negara absolut Republik Weimar (Jerman)…

dari sini memang kita melihatnya seolah-olah Hitler gila kekuasaan, tapi ternyata sampai akhir hayatnya, dia menunjukkan “kepolosannya”… dia memang berambisi menduduki posisi kepala negara dan pemerintahan Jerman, tapi bukan berdasarkan untuk menjadikan dirinya sebagai “penguasa”, melainkan karena dia memiliki cara berpikir sendiri untuk memajukan Jerman di Eropa dan di seluruh dunia bahkan setelah dia menjadi presiden, dia merancang sendiri kota Berlin menjadi kota impian rakyat dan penguasa di puncak adalah penguasa yang dicintai rakyat… dia tidak yakin adanya orang selain dia yang pantas menjadi presiden, karena orang lain itu kebanyakan lambat laun serakah dgn uang dan tahta seperti Amerika (US), Inggris, Perancis, dan Uni-Sovyet (USSR)…

Hitler Naik Tahta

Hasil Pemilu dimenangkan berkali-kali oleh Nazi meskipun tidak mencapai target tsb, namun titik balik Nazi terjadi ketika depresi ekonomi melanda Eropa tahun 1930 dan krisis melanda Jerman pula…

dengan kharisma Hitler, rakyat menjadi sangat simpati dan perolehan suara Nazi semakin banyak mengalahkan oposisi sampai mencapai 107 kursi Reichstag dan akhirnya, Presiden Paul Von Hindenburg menunjuk Adolf Hitler menjadi Kanselir Republik Weimar pada tanggal 30 Januari 1933 berdasarkan konstitusi sah pemilu dengan 35 % suara pada putaran pertama mengalahkan 9 partai lainnya yang rata…

semenjak itu, beberapa kasus kematian anggota partai oposisi Nazi banyak ditemui, termasuk beberapa pejabat dan lawan politik Nazi… bahkan di awal masa bakti kanselir Hitler, gedung Reichstag kebakaran bulan Februari 1933…

dugaan Nazi terlibat dalam pembunuhan lawan politiknya dan kebakaran gedung Reichstag ini muncul ke permukaan lewat surat kabar… namun media massa tak bisa mempengaruhi simpati rakyat Jerman dan pemilu putaran kedua, Nazi memperoleh perolehan suara 43,9 % mengalahkan 2 partai lain, yaitu DNVP dan KPD (partai komunis asuhan Bolshevik Sovyet)… Nazi berkoalisi dengan DNVP di Reich Kedua…

tahun 1933 juga merupakan tahun untuk Nazi… berdasarkan keputusan parlemen Reichstag 14 Juli 1933, Nazi diangkat sebagai partai tunggal nasionalisme… secara kejam, baik melalui kebijakan maupun jalan kekerasan, Reich Kedua mengeliminasi oposisi lain secara beruntun sepanjang tahun 1933-1934… mulai dari KPD, SPD, dan partai kecil lainnya… partai yang berkoalisi, yaitu DNVP, DVP, dan DSTP dibubarkan atau difusi ke dalam Nazi…

puncaknya, 30 Januari 1934, Hitler diangkat menjadi kepala negara absolut Jerman dan membentuk negara Nazi Jerman dan membubarkan Reichstag dan membentuk Reich Ketiga yang beranggotakan Nazi… bendera Nazi (swastika) menjadi bendera Nazi Jerman, lambang Nazi (burung elang dan swastika miring di kaki) menjadi lambang Nazi Jerman, dan Hitler membentuk Schutzstaffel, Angkatan Bersenjata Nazi Jerman, yang disingkat SS atau ditulis

Tulisan bro n’Dik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s