Indonesia Unite !!!!!!

Indonesia Unite !!!!!!

Penulis

Lebaran masih hangat suasananya dan ketupatpun masih belum habis, tapi 2 hari ini ada kabar yang mengusik dari Bekasi sana. Di koran dan di forum-forum internet terpampang jelas berita penusukan jemaat dan pemukulan pemuka agama dari umat beragama tertentu. Untung kedua korban tersebut tidak sampai menemui ajal. Ada yang ngomong ini masalah kriminal, lain mulut bilang klo ini ada kaitannya dengan sikap warga disekitar kompleks sana yang menolak pendirian gereja dan dilakukannya peribadatan oleh umat beragama tersebut. Saya tak tahu mana yang benar, lagipula pengusutan yang dilakukan oleh pihak kepolisian blum usai. Yang lebih miris lagi, presiden sampe turun tangan langsung dengan mengeluarkan perintah agar kasus ini diselesaikan secara cepat dan tuntas. Turun langsungnya presiden menandakan bahwa kasus ini sangat penting dan yang saya liat kasus ini juga sudah disorot oleh media asing seperti Washington Post. Saya mencoba menganalisis sendiri mengenai kasus ini. Andaikan kasus ini adalah kasus kriminalitas jelasnya adalah penjambretan sperti yang dikatakan polisi. Setelah saya mencermati berita-berita yang beredar, saya melihat ada kejanggalan disini. Barang-barang yang dibawa oleh si korban tidak ada yang dirampas ataupun hilang dari tangan korban. Korban yang bermarga Sihombing tidak dirampas barangnya, namun pelaku menusukkan pisaunya keperut Sihombing. Dari pihak pelaku juga tidak dikabarkan ada usaha untuk merampas barang. Jadi…..kesimpulannya.???…..kita belum bisa menyimpulkannya sendiri dari sini…masih terlampu awal…

Selanjutnya saya mencoba menganalisisnya dari keterkaitan kejadian ini dengan aktivitas penolakan sekelompok masyarakat yang menolak aktivitas mereka dilingkungan perumahan warga. Ada berita dari SINI , berita tersebut mengabarkan bahwa pihak jemaat sebetulnya telah diperingatkan oleh polisi agar tidak meneruskan peribadatannya karena mengundang potensi gangguan keamanan. Kemudian saya berpikir dari kacamata pihak jemaat, ” Saya kan mau ibadah, ibadah kan merupakan kewajiban umat beragama untuk menyembah Dzat-nya, kalau saya tidak menjalankan kewajiban saya kepada pencipta saya….berarti saya kafir dong “. Dari sini saya melihat, tidak ada alasan yang kuat bagi kita untuk tidak melakukan ibadah. Nabi Muhammadpun ketika mengalami masa-masa sulit tetap menjalankan ibadahnya dikala mendapat serangan dari kaum  kafir secara terus menerus. Menurut Saya , POLISI TIDAK BERHAK MELARANG  KEGIATAN PERIBADATAN UMAT BERAGAMA, karena negara menjamin kbebasan beragama di UUD 1945.

Jadi apakah penusukan ini memang benar berkaitan dengan penolakan masyarakat akan kehadiran gereja ? …hmmmm…saya tidak mau berspekulasi .Biar fair ini saya postingkan beberapa alasan kenapa masyarakat disana menolak kehadiran gereja HKBP .

Inilah dasar penolakan rencana pendirian Gereja HKBP PT di Ciketing RT 03/06 Mustikajaya Kota Bekasi:

1. Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No.8 dan No.9 tahun 2006 Bab IV tentang Pendirian Rumah Ibadah Pasal 13 ayat 2:

“Pendirian rumah ibadah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan tetap menjaga kerukunan umat beragama, tidak mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, serta mematuhi peraturan perundang-undangan”.

Jika pembangunan dilaksanakan dikawasan penduduk muslim tentunya akan sangat mengganggu ketenteraman beribadah umat muslim hal ini juga yang dapat dijadikan dasar penolakan.

2. Pasal 14 ayat 2 b

“Dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang yang disahkan oleh lurah/kepala desa;

Ditegaskan bahwa dalam pertemuan pada tanggal 05 Juli 2010 di gedung Wali Kota Bekasi di ruang Asisten Daerah bahwa Pak Lurah dan Pak Camat akan mengikuti aspirasi masyarakat Mustikajaya yang notabene sangat menolak rencana pendirian bangunan gereja di wilayahnya,

Dengan demikian walaupun mendapat dukungan masyarakat setempat berjumlah 60 orang jika tidak disahkan oleh lurah dan camat maka tertolak.

3. Peraturan Wali Kota Nomor: 16 Tahun 2006 Tentang Tata Cara Pemberian Izin Pendirian Rumah Ibadah di Kota Bekasi Bab IV Pasal 8 ayat 3 huruf b dan c. berbunyi sebagai berikut:

“Pendirian tersebut dilengkapi dengan syarat-syarat administrasi (b) Pernyataan tidak berkeberatan dari masyarakat lingkungan setempat paling sedikit 60 (enam puluh) orang yang diketahui oleh RT dan RW dan disahkan oleh Lurah dengan melampirkan bukti rekaman Kartu Tanda Penduduk (c) Rekomendasi tertulis Lurah, diketahui Camat.

Sudah dijelaskan di atas bahwa masyarakat Mustikajaya dan Lurah Mustikajaya tidak mengizinkan adanya rencana pembangunan gereja di Mustikajaya, dengan sendirinya Peraturan tersebut dapat dijadikan dasar penolakan.

4. Lampiran Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor : 16 Tahun 2006 Tanggal 15 Desember 2006 Tentang Alur Proses Layanan Izin Sementara Rumah Ibadat, dijelaskan juga pada alur proses izin pendirian rumah ibadah harus tetap mendapat dukungan warga lingkungan minimal 60 orang diketahui RT/RW.

Artinya dilihat dari alur proses layanan izin, jika masyarakat setempat menolak maka izin rencana pembangunan rumah ibadah tersebut tertolak.

5. Berkas Persetujuan warga terhadap rencana pendirian Gereja HKBP PTI di Ciketing RT 03/06 Mustikajaya diduga terdapat pemalsuan data (bukti ada pada FUI Mustikajaya).

6. Sebagian yang menandatangani surat pernyataan sudah mengakui imbalan menerima uang. (Surat pernyataan ada pada FUI Mustikajaya).

7. Tidak ada perintah tertulis dari PEMKOT BEKASI kepada HKBP untuk melakukan kebaktian di lahan kosong Ckieting RT 03/06 Mustikajaya.

8. Warga Mustikajaya menolak pendirian gereja di lokasi tersebut (tanda tangan warga ada pada FUI Mustikajaya).

9. Lokasi yang digunakan kebaktian di Ciketing bukan merupakan tempat ibadah/gereja tetapi lahan kosong yang disekitarnya adalah mayoritas muslim.

Dari tulisan diatas sudah jelaskan kenapa masyarakat sana menolak kehadiran gereja dengan dasar yang jelas. Dan seperti yang saya baca dari media, ternyata penolakan tersebut sudah berlangsung lama. Cuma dari pihak jemaat tidak menggubris dan menganggap angin lalu. Lantas dimanakah pemerintah selama ini? Bagaimana fungsi pengawasan yang seharusnya berjalan lewat instansi2 yang terkait dengan masalah ini sampai terjadi pembusukan masalah yang kian larut dan menimbulkan tensi tinggi sampai sekarang ????…..inilah birokrasi Indonesia…lamban dan tidak becus dalam mengatasi masalah ……….yang jadi korban akhirnya masyarakat dilevel bawah…puihhhhhhhhhh !!!

..Ada pendapat yang mengatakan bahwa ini merupakan kejadian untuk pengalihan isu yang lain… saya jadi bingung..isu yang mana…klo toh bener…, tega amat yah yang merancang  grand design kegiatan ini. Suatu kejadian yang bisa memicu konflik SARA dan efeknya bisa memicu konfli bangsa yang serius dan berkepanjangan. Bisa-bisa nanti ada kejadian sperti Poso dan Ambon kedua……sighhhhhhhh …

Saya cuma ingin mengingatkan, kita ini bangsa yang besar. Bangsa yang berdiri diatas perbedaan, salah satunya perbedaan agama. Janganlah perbedaan ini menjadikan negara kita cerai berai. Tanamkan pada diri kita kesadaran bertoleransi dalam beragama, jauhkan pikiran-pikiran kita dari hal2 yang berbau ekstrim kanan yang akhir2 ini mulai dipupuk ulang untuk tumbuh oleh segelintir orang. Abaikan provokasi orang2 yang tidak sadar akan pentingnya kerukunan beragama. Mereka hanyalah korban ideologi buta, fanatisme sempit dan tidak sadar bahwa para pendahulu kita memperjuangkan berdirinya bangsa ini dengan mengabaikan perbedaan agama. Mulailah dari diri sendiri, lingkungan rumah kita sendiri untuk membina kerukunan sesama dan saling mengingatkan satu sama lain agar tercipta harmoni kehidupan yang lebih baik seperti yang dicita-citakan pendiri bangsa kita. Biarkan drama yang terjadi skarang disleseikan oleh pihak yang berwenang, sembari berharap agar kasus ini bisa cepat tuntas..salammm

MARILAH BERSATU….. INDONESIA UNITE !!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s