Category Archives: Artikel Bebas

PEMBURU UTANG, PENJAGA PARKIR (dari Majalah TEMPO)

Pemburu Utang, Penjaga Parkir

BERDIRI menelepon di pintu pagar markasnya, rumah tipe 36 di Kaveling DKI Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Umar Ohoitenan Kei, 33 tahun, tampak gelisah. Pembicaraan terkesan keras. Menutup telepon, ia lalu menghardik, “Hei! Kenapa anak-anak belum berangkat?”

Hampir setengah jam kemudian, pada sekitar pukul 09.00, pertengahan Oktober lalu itu, satu per satu pemuda berbadan gelap datang. Tempat itu mulai meriah. Rumah yang disebut mes tersebut dipimpin Hasan Basri, lelaki berkulit legam berkepala plontos. Usianya 40, beratnya sekitar 90 kilogram.

Teh beraroma kayu manis langsung direbus-bukan diseduh-dan kopi rasa jahe segera disajikan. Hasan mengawali hari dengan membaca dokumen perincian utang yang harus mereka tagih hari itu. Entah apa sebabnya, tiba-tiba Hasan membentak pemuda pembawa dokumen. Yang dibentak tak menjawab, malah melengos dan masuk ke ruang dalam. Continue reading

Advertisements

GENG PREMAN VAN JAKARTA (dari majalah TEMPO)

TANGANNYA menahan tusukan golok di perut. Ibu jarinya nyaris putus. Lima bacokan telah melukai kepalanya. Darah bercucuran di sekujur tubuh. “Saya lari ke atas,” kata Logo Vallenberg, pria 38 tahun asal Timor, mengenang pertikaian melawan geng preman atau geng reman lawannya, di sekitar Bumi Serpong Damai, Banten, April lalu. “Anak buah saya berkumpul di lantai tiga.”

Pagi itu, Logo dan delapan anak buahnya menjaga kantor Koperasi Bosar Jaya, Ruko Golden Boulevard, BSD City, Banten. Mereka disewa pemilik koperasi, Burhanuddin Harahap. Mendapat warisan dari ayahnya, Baharudin Harahap, ia menguasai puluhan koperasi di berbagai kota, seperti Bandung, Semarang, Parung, Ciputat, dan Pamulang.

Wafat pada akhir 2008, Baharudin meninggalkan banyak warisan buat keluarganya, antara lain aset delapan koperasi berbadan hukum, yang cabangnya tersebar di sejumlah kota. Pengadilan Agama Jakarta Timur pun menetapkan istri dan empat anak Baharudin sebagai ahli waris. Konflik keluarga berawal ketika Masthahari, adik Baharudin, menuntut hak waris. Continue reading

Penjara di Indonesia Surga bagi pengedar Narkoba dan Bisnis Esek-esek

Penjara di Indonesia Surga Bagi Pengedar Narkoba dan Bisnis Esek-esek

Dua perempuan muda terlihat asyik ngobrol di kafetaria Rumah Tahanan (Rutan) Salemba. Penampilan keduanya terlihat seksi. Kehadiran dara cantik itu, tentunya saja jadi pemandangan tersendiri bagi para pembesuk dan narapidana di Rutan tersebut. “Itu Jablay Mas,” bisik salah seorang sipir yang kebetulan sedang istirahat di kafetaria itu. Sipir itu melanjutkan, kafetaria di Rutan Salemba memang sudah menjadi “pangkalan” bagi para Jablay, sebutan untuk perempuan pekerja seks komersial (PSK). Mereka datang khusus untuk melayani para napi di Rutan Salemba. Kafetaria itu letaknya persis di samping pintu masuk Rutan. Tempat itu menjadi ruang tunggu bagi pembesuk yang ingin menjenguk napi. Untuk masuk ke kafetaria, pembesuk diwajibkan melapor ke pos penjaga di pintu utama, dengan menaruh tanda pengenal. Continue reading

WARUNG KOPI PRAMBORS – The History

Lampu rumah keluarga Indro Warkop tampak terang. Di perumahan mewah Jalan Kayu Putih Tengah, Jakarta Timur, itu tampak tiga motor berdiri berjajar. Dua motor Harley Davidson dan satu motor Yamaha. Seekor burung kenari bertengger dalam sangkar yang bergantung tak jauh dari ketiga motor itu. Satu mobil Jeep putih buatan tahun 1981, terparkir di garasi terbuka. Ada lambang motor Harley Davidson berukuran besar yang terpaku di tembok garasi itu. Indro memang menggandrungi Harley Davidson. Berbagai aksesoris motor besar buatan Amerika itu pun menjadi penghias di ruang tamunya. Ada yang terbuat dari tembaga dan berbentuk lukisan biasa. Miniatur sepeda tua di dalam figura kaca, berdiri di meja kiri. Boneka berkepala singa, terpajang di meja sudut kanan. Siang itu, Indro duduk santai di samping pajangan boneka singa. Persis menghadap keluar rumah. Di rumahnya tak ada asbak rokok. Maklum, sejak dirinya didiagnosis terkena gejala penyakit jantung, ia berhenti merokok. Continue reading

Bahasa Belanda di Indonesia

Masa VOC
Penggunaan bahasa Belanda hanya terjadi agak lambat di daerah jajahan mereka. Semasa VOC, bahasa Belanda hampir tidak ada artinya. Selain itu banyak daerah memang belum dikenal atau dijelajahi mereka.
Mereka yang bisa berbahasa Belanda memiliki hak-hak lebih banyak. Budak yang bisa berbahasa Belanda boleh memakai topi dan wanita pribumi yang bisa berbahasa Belanda boleh menikah dengan orang Eropa. Continue reading

All About Water, Foto Hasil Uji Air

All About Water, Foto Hasil Uji Air

Foto-foto dibawah ini didapat dari email di milist tetangga, alat yang dipakai untuk tes adalah TDS meter dan Elektrolisis. Anda pun juga bisa beli alat-alat ini dengan harga yang bervariasi, TDS meter sekitar 250 ribuan dan Elektrolisis sekitar 200 ribuan, jadi bisa bikin tes sendiri di rumah, buktikan dan lihat sendiri hasilnya.

Hasil tes air dibawah sangat obyektif, tidak unsur rekayasa atau penipuan, alat tes tidak bisa ditipu. Anda pun bisa lakukan tes sendiri (kalo punya alatnya).
Continue reading

Rianto, Lulusan Terbaik Akpol: Setiap Hari Bersekolah dengan Onthel Sejauh 15 Km

Rianto, Lulusan Terbaik Akpol: Setiap Hari Bersekolah dengan Onthel Sejauh 15 Km

TUBAN – Suasana rumah Rianto, lulusan Akpol terbaik yang berada di Desa Brangkal, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban tak menunjukkan adanya aktivitas. Rumah itu sepi, dan pintu tertutup rapat. Hanya ada seorang perempuan berkerudung yang berada di teras rumah.

Saat melihat Seputar Indonesia datang Selasa (22/12), perempuan yang ternyata Uripatun, bibi dari Rianto, langsung menyambut ramah. Setelah bercakap-cakap sebentar, Uripatun mengaku tidak berani bercerita panjang lebar tentang keponakannya itu. Continue reading