Tag Archives: Kawilarang

Ignatius Slamet Rijadi

Slamet Riyadi

Sabtu (4 November 1950) sore Letkol Ignatius Slamet Rijadi memerintahkan pasukan Groep II Komando Pasukan Maluku Selatan atau KP Malsel mendekati Benteng Victoria, Ambon. Menurut laporan intelijen, di benteng bekas VOC itu masih bertahan sisa-sisa pasukan Republik Maluku Selatan (RMS). Pada sisi lain, Pak Met, begitu panggilan akrabnya dari semua anak buahnya, juga menerima informasi, benteng itu pada Jumat siang sudah bisa direbut oleh pasukan Mayor Lukas Koestarjo dari Divisi Siliwangi.

Slamet Rijadi ada di dalam panser paling depan, dikemudikan Kapten Klees, Komandan Eskader Kavaleri. Di belakangnya, dua panser lain mengikuti. Tiba-tiba tembakan gencar berdatangan dari arah benteng, langsung menghujani pertahanan pasukan TNI. Pak Met kaget. Sementara itu, Klees langsung memerintahkan anak buahnya segera membalas tembakan. Tiba-tiba Pak Met berteriak, “Stop het veuren. Hentikan tembakan.” Continue reading

Advertisements

Indonesia Historical/Military Photos (1945 – 1950) Part II

“Brothers, maybe when we can see this photos. We can imagine and think that our founding fathers of this country ( Republic of Indonesia) gives their property, family,  blood, and their life for the freedom of Indonesian people as an independent nation. So, deseverdly as a next generation of our  founding father, we should keep fight & keep our spirit to make our country better than before & keep our nation flag “MERAH PUTIH” stand up & waving at the blue sky …..happy anniversary for my country ….MERDEKA !!!!

THE FIGURES (click to enlarge)

Sjahrir, Soekarno, & Hatta when captured by Dutch during "Operatie Kraai"

Continue reading