Tag Archives: RMS

Bekas Pasukan Westerling di RMS

Pasukan didikan Westerling ini muncul lagi dalam kudeta Westerling pada 23 Januari 1950, disini Westerling menjadikan bekas bawahannya itu sebagai tulang punggung kudetanya yang kemudian gagal itu. Tidak sulit Westerling mengajak bekas anak buahnya itu. Selain karena gila bertempur, kharisma Westerling dalam pasukan itu begitu besar. Setelah pemberontakan Westerling gagal, bvanyak sisa-sisa pasukan khusus Belanda menuju Ambon dan memulai sebuah petualangan, yang mungkin saja sereu untuk bekas prajurit komando Belanda itu. kehadiran mereka lalu merepotkan TNI dalam menumpas RMS-nya Soumokil. Continue reading

Advertisements

Ignatius Slamet Rijadi

Slamet Riyadi

Sabtu (4 November 1950) sore Letkol Ignatius Slamet Rijadi memerintahkan pasukan Groep II Komando Pasukan Maluku Selatan atau KP Malsel mendekati Benteng Victoria, Ambon. Menurut laporan intelijen, di benteng bekas VOC itu masih bertahan sisa-sisa pasukan Republik Maluku Selatan (RMS). Pada sisi lain, Pak Met, begitu panggilan akrabnya dari semua anak buahnya, juga menerima informasi, benteng itu pada Jumat siang sudah bisa direbut oleh pasukan Mayor Lukas Koestarjo dari Divisi Siliwangi.

Slamet Rijadi ada di dalam panser paling depan, dikemudikan Kapten Klees, Komandan Eskader Kavaleri. Di belakangnya, dua panser lain mengikuti. Tiba-tiba tembakan gencar berdatangan dari arah benteng, langsung menghujani pertahanan pasukan TNI. Pak Met kaget. Sementara itu, Klees langsung memerintahkan anak buahnya segera membalas tembakan. Tiba-tiba Pak Met berteriak, “Stop het veuren. Hentikan tembakan.” Continue reading

Sejarah Orang Maluku di Belanda

Sejarah Orang Maluku di Belanda

KNIL Ambon

Pada 1951, sekitar 12.500 Maluku diangkut dari Jawa ke Belanda. Mereka sebagian besar prajurit yang telah bertugas di tentara kolonial Belanda (KNIL), dan anggota keluarganya. Setelah penyerahan kedaulatan dan pembubaran KNIL, pihak Indonesia, Belanda dan tentara Maluku tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai demobilisasi mereka. Akhirnya, diputuskan untuk memindahkan tentara Maluku sementara ke Belanda. Ternyata bagi sebagain mereka sangat tidak mungkin untuk kembali ke Indonesia. Continue reading